Stimming and Escaping

Ini sebagian diskusi di website Putera Kembara (arsipnya di:http://puterakembara.org/archives/00000157.shtml) . Topiknya seperti judul postingan ini. Tapi saya ambil sebagian saja, karena bagus banget untuk reminder.

Anak ASD itu kan memiliki problem keterbatasan dalam interaksi &

perilaku sosialnya terutama dalam

– memahami konsep2 ‘sosial’ yang abstrak, seperti perasaan (feeling),

bohong/jujur, sopan/tidak sopan, sayang, kangen, kecewa dll

– memahami gradasi emosi, misal marah besar vs marah vs sebal vs

terganggu dikit tp belum marah vs sebal tp lucu (senyum kecut) dll

– berempati pada perasaan & sikon orang lain

– mengekspresikan & berbagi perasaaan serta pemikirannya dengan orang

lain

Jadi kalau orang ‘normal’ pintar sekali cari beribu alasan berlainan

sesuai sikon org yg dihadapi yang semua pada intinya escaping behavior

tsb, maka anak ASD dengan keterbatasannya baru mampu mulai dengan yg

dia tahu & sudah coba sebagai efektif & tidak terpikir olehnya (sampai

diberi tahu atau dicoba sesuatu yg baru) untuk menciptakan sendiri

escaping behavior yg baru. Continue reading

Advertisements