Informasi Singkat ABA dan BIT untuk Autisme

Dari facebook Dr. Rudy dan Kidaba

Ada 2 terapi utama untuk AUTISME, Yaitu ABA dan BIT :

1. ABA harus dijalankan minimal 40 Jam /minggu

– Lakukan terapi dengan metode ABA (Applied Behavior Analysis), yang dilakukan secara intensif yaitu minimal 40 jam/per minggu, bahkan during all waking hours (selama waktu anak terjaga), dan optimal (berkualitas)

2. BIT dimulai dengan diet CFGFSF 100,

Lakukan CFGFSF diet (casein-free, gluten-free, sugar-free diet) dengan benar-benar ketat (100% bebas), dan jangan mengkonsumsi soya/kedelai dan jagung

– Jangan mengkomsumsi buah dan sayur yang kadar fenolnya tinggi, yaitu tomat, apel, kacang tanah, anggur merah, coklat, jeruk, pisang, apricots, berries, cherries, nanas, lada, mint, peach, adas, zaitun, mangga, semangka, brokoli, bayam, pear, wortel, kentang

– Jangan mengkonsumsi bahan pewarna, pengawet, perasa, penyedap masakan/makanan
– Jangan menggunakan obat yang mengandung parasetamol, asetosal/salisilat, dan pseudoephedrin
– Jangan memasak dengan panci atau bahan alumunium lainnya, gunakan bahan gelas
– Jangan menggunakan alat makan dari plastik atau melamine, gunakan bahan gelas/keramik/(stainless-steel)
– Jangan ada yang merokok di rumah, gunakan penyaring udara (lebih baik lagi jika AC yang ada penyaringnya)
– Jangan gunakan bahan-bahan toksik/kimia di lingkungan rumah, ump. insektisid, bakterisid, berbagai spray/aerosol (deodorant, hair-spray, minyak wangi, dll), pelembut dan pewangi pakaian, dlsb.
– Sebaiknya gunakan bahan makanan organik
Lakukan R&E diet (Rotation and Elimination diet) dengan bantuan BALSH rating chart
– Konsultasi dengan Ahli Gizi untuk mengatur asupan gizi seimbang dan yang jumlah hariannya sesuai dengan kebutuhan namun menggunakan bahan-bahan makanan yang diperkenankan
– Cleaning up the gut, healing the gut, antibiotik, obat anti-jamur, dan perbaiki flora usus
– Vitamin, mineral
– Enzym pencernaan
– Pertimbangkan pemberian IVIG/IVGG (Intravenous Immunoglobulin-G / Gammaglobulin)
– Pertimbangkan stem-cell therapy
– Jika sakit sehingga mendapat antibiotik, maka berikan Nystatin dosis terapetik dan ekstra probiotik
– Diskusikan/konsultasikan saran ini dengan dokter pribadi/keluarga anda

– Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan paling tidak:
o Hematologi rutin, fungsi hati (LFT, SGOT, SGPT), fungsi ginjal (ureum darah, kreatinin darah), elektrolit lengkap darah, fungsi tiroid (T3, T4, TSH), IgE total, TORCH
o Complete Digestive Stool Analysis
o Organic acid test
o Urine peptides
o IgG Food Allergy Test
o EEG, CT scan/MRI, BERA

– Lakukan pemeriksaan rutin 3-6 bulan sekali jika menjalankan BIT:
o Hematologi rutin, fungsi hati (LFT, SGOT, SGPT), fungsi ginjal (ureum darah, kreatinin darah)
– Jika suatu saat sakit sehingga mendapat antibiotik apapun, maka berikan Nystatin dosis terapetik dan ekstra probiotik.
o Yaitu berikan Nystatin 4×1 juta Unit (4×4 kapsul @250.000U, atau 4×1 tablet @500.000U) selama mendapat antibiotik.
o Kemudian setelah antibiotik dihentikan, lanjutkan pemberian Nystatin tersebut selama 3-5 hari lagi.
o Selanjutnya berikan Mycostatin drops 4×1 cc, selama 10 hari.
o Setelah itu berikan Mycostatin drops dosis maintenance 1×1 cc malam hari sebelum tidur.
o Ekstra probiotik (Therbiotic, Saccharomyces Boulardi, Probiogold) diberikan setiap 2 jam setelah antibiotik (Jadi, jika dosis antibiotik 2/3/4/lebih kali sehari, maka probiotik juga 2/3/4/lebih kali sehari, diberikan 2 jam setelah antibiotik, bersama dengan Colostrum).
– Khusus Saccharomyces Boulardi, jangan diberikan bersama dengan obat anti-jamur (Nystatin/Mycostatin/Ketoconazole/Nizoral/dll) juga jangan diberikan bersama enzim phenol assist
– Reaksi die-off atau di kedokteran dikenal sebagai reaksi Jarisch-Herxheimer, yaitu gejala-gejala yang timbul akibat sejumlah besar jamur (atau bakteri) mati dalam saat yang sama. Isi dari jamur/bakteri tersebut merupakan racun yang mengakibatkan berbagai gejala.
Gejala die-off antara lain yaitu pipi kemerahan, puyeng, sakit kepala, penglihatan ganda/kabur, depresi, cemas, mengamuk, perut kembung, sering buang angin, diare/konstipasi, nyeri sendi, nyeri otot, pegal-pegal, sakit menelan, lesu, lelah, mengantuk, berkeringat, menggigil, mual, dlsb.
Reaksi die-off tidak bisa diduga apakah akan terjadi pada seseorang.
– Untuk mengatasi gejala die-off:
o Minum banyak, sekitar sejumlah ounce dari setengah berat badan dalam pound. Jadi jika berat badan 50 pounds (sekitar 25 kg), maka perlu minum sekitar 50 ounces (1 ounce = 29,5 cc, hampir 30 cc, jadi hampir total 1.500 cc untuk berat badan 25 kg, 3.000 cc untuk berat badan 50 kg, dan 4.500 cc untuk berat badan 75 kg) cairan alkali (ionized)
o Perlu Buang air besar lebih sering, jika perlu dengan bantuan pencahar
o Berendam dengan epsom salt, atau di permandian air panas belerang
Epsom Salt (magnesium sulfate) baths yaitu 2 gelas Epsom Salt (garam Inggris) dalam air hangat, berendam selama 20 menit
o Gunakan Norit untuk menyerap racun-racun, 3 x 5-10 tablet (1 tablet @125 mg)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s