Test Minat dan Bakat

by Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, LMFT, MA, Ph.D

Sudah Tepatkah Pilihan Jurusan Anakku?
Perlukah Tes Bakat dan Minat?

Perasaan deg-degan usai sudah. Para pelajar SMA telah melewati ujian nasional (UN). Kini, mereka harus menentukan masa depannya. Kuliah atau bekerja? Lagi-lagi, sebagian besar pelajar masih gelagapan saat ditanya, “Mau ambil jurusan apa?” Apa sajakah pertimbangan dalam memilih jurusan di pergurua tinggi?

Memilih jurusan bukan hanya persoalan studi saja, melainkan menyangkut kehidupan seseorang dalam jangka panjang. Ada beberapa hal yang musti dipertimbangkan dalam menentukan jurusan.
Pertama, kemampuan inteligensi; kedua, potensi dan bakat; ketiga, tanggung jawab. Dengan memiliki ketiga hal tersebut, seseorang akan lebih terbuka peluangnya untuk sukses. Misalnya, anak yang berasal dari keluarga dokter, justru memilih jurusan hukum. Meski dirinya mempunyai inteligensi serupa untuk jurusan kedokteran, namun baginya lawyer lebih mengekspresikan dirinya.
Inteligensi di sini diartikan sebagai kemampuan untuk mencapai sesuatu. Potensi, sebagai sesuatu yang dianugerahkan Tuhan sejak lahir, sedangkan minat adalah ketertarikan terhadap sesuatu yang dipengaruhi lingkungan. Keseimbangan antara bakat dan minat menghasilkan prestasi. Artinya, bakat disertai perasaan senang terhadap sesuatu membentuk pribadi pembelajar yang matang. Namun perlu diingat bahwa motivasi belajarlah yang mampu mengaktualisasikan kemampuan diri. Itu adalah kunci utama keberhasilan dalam mencapai cita-cita.

Peran Orangtua dalam Memilih Jurusan
Sebagai pribadi yang tengah mengalami transisi, remaja memerlukan dukungan orangtua, berupa material dan spiritual. Pasalnya, tak sedikit remaja yang mudah termakan tren, termasuk urusan memilih jurusan.
Orangtua berperan dalam melihat, memantau dan menilai bakat dan minat sang anak. Selanjutnya, orangtua membantu anak-anaknya menyediakan fasilitas pendidikan.
Orangtua memiliki tanggung jawab mempersiapkan masa depan permata hatinya. Karena itu, orangtua perlu tahu apa minat dan bakat serta inteligensi anak-anaknya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengobservasi anak. Melihat frekuensi dan intensitas apa-apa yang dilakukan anak. Melalui perilaku, interaksi, ataupun buku bacaan. Ini tentu saja juga bergantung pada kepekaan dan kemampuan observasi orangtua. Artinya, pengamatan orangtua juga bisa keliru, khususnya jika orangtua tiada waktu karena supersibuk. Karena itu lebih baik menggunakan metoda yang lebih akurat untuk mengidentifikasi bakat, minat dan kepribadian anak: psikotes. Salah satu psikotes yang sangat akurat adalah dengan grafologi. Cukup dengan menganalisis tulisan tangan dan tanda tangan anak. Keuntungan utamanya adalah anak merasa tidak diuji sehingga seluruh potensi dan kepribadiannya yang asli bisa tampak.
Sebaliknya, tidak jarang pula ambisi orangtua membelenggu cita-cita sang anak sehingga membuat dirinya tidak percaya diri dengan pilihannya. Orangtua sebaiknya tidak memaksa anak, tetapi memiliki pandangan ke depan dalam bertukar pikiran dengan anak.
Sebaiknya anak dan orangtua berdiskusi. Membicarakan gambaran sejujur-jujurnya tentang potensi diri, mencari tahu jurusan yang diminati, pilihan universitas hingga budget yang dimiliki. Orangtua musti respek terhadap pribadi anak. Mendukung total dan menyadari pilihan anak sebagai konsekuensi logis hidupnya.

Tes Bakat dan Minat
Seiring bertambahnya usia, bertambah pula pengetahuan anak terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam proses inilah kerja sama antara orangtua dan sekolah berperan dalam memperkenalkan macam-macam karir, sehingga anak-anak paham benar akan pilihan jurusan yang dikehendakinya.
Tak heran, di negara-negara maju, siswa-siswa menengah atas melakukan kunjungan ke universitas sekadar untuk mengetahui fakultas yang ditawarkan, ruangan belajar, suasana belajar, laboratorium, sebagai referensi memilih jurusan.
Proses memilih jurusan membutuhkan waktu. Semakin panjang rentang waktunya, semakin matang anak menentukan pilihan. Sebab semakin banyak informasi yang tergali. Usia SMP disebut masa mencari tahu arti pengetahuan. Kemudian, saat anak menginjak usia SMA, mereka mulai menetapkan fokus akan minat terhadap bidang tertentu. Sayangnya, pengenalan jurusan kurang diperhatikan sejak memasuki bangku SMA. Apalagi, kini pilihan bidang studi makin beragam.
Akibatnya, menjelang penerimaan mahasiswa baru, banyak lulusan SMA asal pilih jurusan. Padahal, setiap jurusan memiliki spesifikasi tersendiri berkaitan dengan masa depan anak.
Agar pemilihan jurusan tepat, sebaiknya dilakukan tes bakat dan minat; tes ini sangat beragam, antara lain dengan grafologi. Tes minat dan bakat sangat membantu anak menentukan pilihan. Sebab pilihan itu sifatnya subjektif. Sering ditemui si anak berminat, tetapi inteligensinya kurang mendukung. Atau sebaliknya, memiliki inteligensi, tapi tidak berminat akan jurusan tersebut. Dapat dikatakan tes minat dan bakat sebagai salah satu batu ukur menentukan pilihan jurusan.
Tes minat dan bakat dapat dipakai untuk menyesuaikan antara harapan anak dan kenyataan. Berdasarkan research, hampir 80 persen mencapai kesesuaian dari yang disarankan. Tidak hanya bakat dan minat yang penting dalam memilih jurusan, tetapi juga kesempatan. Artinya, lingkungan yang mendukung minat dan bakat tersebut, seperti peran orangtua.
Yang perlu digarisbawahi, ternyata kepribadian-lah yang menjadi faktor utama kesuksesan anak. Keberhasilan berasal dari kepribadian si anak. Tekun, ulet, tahan banting dan fokus.

Jurusan Favorit
Acapkali label favorit menjual nama jurusan di perguruan tinggi. Belum lagi, pengaruh globalisasi turut mengangkat jurusan-jurusan yang dianggap strategis. Selain itu, indikasi daya serap di dunia kerja dapat menjadi rujukan jurusan dikatakan favorit.
Jurusan favorit bisa dilihat lewat lulusannya yang mudah mendapat pekerjaan, berprestasi di lingkungan kerja dan mampu menerapkan keilmuannya dalam masyarakat. Terlepas dari embel-embel favorit yang melekat pada suatu jurusan. Pada prinsipnya semua jurusan itu baik. Asalkan, mereka sadar, jurusan yang dipilih sesuai bakat dan minatnya.

Waspadai Kelas Internasional
Belakangan ini, perguruan tinggi gencar menawarkan daya tarik kelas internasional. Sekilas kelas internasional begitu menggiurkan. Betapa tidak, double degree bisa diraih sekaligus. Namun, tetap saja sikap bijak berfungsi sebagai filter agar tidak terjebak fenomena kelas internasional.
Perhatikan mutu pendidikan. Materinya bersifat kontemporer, artinya mengikuti perkembangan pengajaran di luar negeri, tidak ketinggalan jaman. Dapat menghadirkan wawasan baru serta memiliki komponen sarana prasarana yang menunjang proses pendidikan. DB

Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, LMFT, MA, Ph.D – Marriage & Family Therapist. Bila Anda ingin berkonsultasi dengan saya mengenai gangguan belajar anak-anak, daftarkan diri Anda dengan menghubungi Hita di 0878-8170-5466 atau Edward di 0812-9119-2671 atau pin BB: 259DDE69.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s