How To Talk To Your Teens

Dari Talk Show FeMale Radio, 26 Juni 2013, dengan Monica Sulistiawati, Psikolog
Siapa Remaja itu?
Remaja adalah mereka yang berada pada masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa muda dengan usia 11/12 – 20/21 tahun. Dan mereka masih tergantung pada orang tua, namun ingin mandiri.
Apa saja isu-isu remaja?
Yang pertama, Self Discovery ; yaitu pencarian identitas atau jati diri melalui refleksi diri dan umpan balik dari orang lain.
Kedua, Aspirasi Vokasional (minat pada karir) ; mereka mulai mencari tahu apa passion mereka, seperti jurusan apa yang mereka pilih ketika akan kuliah, ataupun bidang apa yang mereka ingin tekuni nantinya.
Remaja butuh Penyesuaian Diri dan juga mereka ingin membentuk otoritas diri.
Seringkali, keinginan orangtua berbeda dengan mereka dan terjadilah Konflik. Disini timbul kesulitan bagi orangtua untuk bisa mengerti anak, begitu pula sebaliknya. Mengapa demikian? Ini yang dinamakan Generation Gap.
Bagaimana menyikapi Generation Gap? Ada 5 hal sikap yang dapat diterapkan oleh para orangtua, yaitu sebagai berikut :
Hindari 4 model komunikasi yang salah, seperti : bertengkar, komunikasi satu arah, komunikasi yang tidak nyambung, atau bahkan tidak ada komunikasi sama sekali.
Bangun komunikasi efektif
Bagaimana caranya saling memahami satu sama lain secara betul dan baik, dengan cara :
1. Sampaikan pesan dengan singkat, jelas, padat dan sistematis.
2. Gunakanlah bahasa yang baik. Hati-hati akan Verbal Bullying.
3. Dengarkan pesan mereka dengan baik. Perhatikan intonasi suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh mereka.
Emphaty
Rasakan perasaan anak Anda. Zaman sudah berubah dan Anda tidak bisa menyamakan apa yang Anda lalui dengan apa yang anak Anda lalui sekarang. Put your feet in your teen’s shoes
Relate!
As a parents, you must invest your time and effort! Relasi orangtua harus mesra dan harmonis begitu pula orangtua harus hadir dan terlibat dalam kehidupan anak.
Engage
Sebagai orangtua, Anda harus terlibat dalam berbagai aspek kehidupan anak dan hadirlah untuk anak secara total, dan singkirkan semua hal yang mengganggu kualitas kebersamaan dengan anak.
Menurut Monica, ada konsep 5K yang patut diterapkan orangtua kepada anak, sbb :
1. Kasih
Kasih adalah modal utama yang sanat penting dan mendasar. Dengan kasih, keluarga solid dan sehat,  relasi suami istri yang baik, keluarga yang aman dan menyenangkan, pendidikan dan pengasuhan anak yang baik, dan tentunya anak-anak yang betumbuh kembang baik. Cara menyalurkan kasih bisa lewat tutur kata, sentuhan, senyuman, pelukan, dukungan yang ramah dan tulus terlibat dalam kehidupan anak, dan dengan meluangkan waktu bersama anak.
2. Konsekuen
Konsekuen adalah komitmen pada kesepakatan bersama. Anak akan belajar tentang konsekuensi tindakan, hubungan sebab akibat, pertama kali dari orangtua. Caranya adalah dari mulai menepati janji, dan menepati ucapan sendiri.
3. Konsisten
Hal ini sangat penting bagi anak ketika belajar perilaku/konsep tertentu. Belajar butuh proses yang repetitif, dan begitu juga konsistensi, harus dijaga sampai perilaku terbentuk menjadi kebiasaan. Konsistensi membangun keteraturan hidup, disiplin, dan kualitas hidup yang lebih baik. Ingat! Orangtua adalah Role Model anak.
4. Kompak
Dengan kekompakan dari orangtua, perilaku baik yang diinginkan untuk anak lebih mudah dibentuk.
5. Kompromi
Orangtua harus mampu bersikap fleksibel dan melakukan penyesuaian dalam situasi-situasi tertentu. Jangan kaku! Penerapan disiplin, pembentukan perilaku, dan pengasuhan anak harus disesuaikan dengan pribadi anak dan pergaulan anak.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s