September Thoughts: Reflections on a New School Year

By: Rick Lavoie (2008) – LD Online Contributor

The summer begins to wind down. The days get shorter. The evenings get cooler. Beach chairs are removed from the car trunk and stored in the garage. Labor Day plans begin to be discussed. The final propane bottle is purchased for the grill. Baseball pennant drives begin in earnest. Days of relative leisure begin to morph into frenetic afternoons at the mall for “back to school shopping” for new clothes and supplies.

As I rapidly careen toward my sixth decade, I realize that I have followed these rituals since I was a mere six years old. “Back to school” routines have been a part of my life for most of my Augusts… as a student, a teacher, a dad, a school administrator, and now as a school consultant. Continue reading

Advertisements

Reza, Alexander dan Filsafat Ilmu

By Endah W Soekarsono

Reza dulu bersekolah TK di tempat kami, dan hingga sekarang masih kerap datang kalau libur.

Minatnya pada sejarah mendorongnya untuk menulis note di FB tentang Alexander Agung, dan memberi tag Sekolah Tetum. Saya cukup tersanjung bahwa sekolah pertamanya tetap ada di hatinya. Saya pun memberi komentar: “Alexander = Iskandar. Apakah dulu papa dan mamanya terinspirasi oleh Alexander the Great sehingga memberi nama putranya dengan Iskandar?”

Dia tidak mengomentari komentar saya, tapi ibunya kemudian menulis surat bahwa Reza akan mengajak saya berdebat soal Alexander dan Iskandar. Menurut Reza, Alexander bukanlah Iskandar karena Alexander Agung lahir jauh sebelum Islam muncul.

Weeeks ….

Saya geli tapi juga terperangah. Seorang anak kelas 4 SD mengajak saya berdebat tentang sejarah. Rasanya baru kemarin saya mengajaknya membuat komik dinosaurus di kegiatan ekskul bahasa Inggris, dan membuatkannya proyek wartawan. Bahkan ketika dia berlibur ke sekolah, masih terbayang senyum manisnya dalam kegiatan-kegiatan yang diikutinya. Continue reading

Dampingi Aku, Ibu

by Endah W Soekarsono

“Rama tidak mengikuti instruksi. Rama menendang teman.”

Laporan itu saya dengar di awal tahun ajaran ini. Saya saksikan di kelas Rama berbeda dengan Rama yang kami kenal sebelum libur. Dalam kegiatan Waktu Lingkaran (Circle Time), dia terus bergerak, menyenggol teman di sebelahnya, dan mengucapkan kata-kata dengan volume suara tinggi.

Dalam kegiatan inti, dia berjalan-jalan keluar ruangan. Ketika kegiatan di halaman, dia masuk ke kelas. Saat berbaris, dia ingin paling depan. Sofa di perpustakaan tidak boleh diduduki anak lain. Meja tempat makan pun, kalau dia sudah ingin di tempat tertentu, dia akan berusaha duduk di sana. Untuk sendok, dia memilih yang bermotif bintang, bukan motif yang lain (kami memiliki dua merek sendok, dengan motif berbeda). Dan … dia memukul seorang anak saat bersama-sama mengambil tas. Continue reading