Balada Anak Pertama

by Rakhmita Akhsayanty – AsahAsuh.com

Siang itu saya ajak anak-anak main mandi bola di supermarket dekat rumah. Sampai di sana ternyata penuh sekali. Saya baru sadar kalau itu tanggal muda, pantas saja. Setelah membeli tiket Rashif dan Kalmapun masuk, berbarengan dengan “satu set” rekan bersaudara. Ada tiga anak, yang pertama kira-kira umurnya 5-6 tahun, dan yang bungsu sepertinya belum sampai dua tahun, dan itu berarti seharusnya belum boleh masuk. Si pak penjaga pintu pun mencoba mencegah,”Bu, ini terlalu kecil” ujarnya. Tapi si ibu tampak bergeming, ngingetin sang kakak,”Jagain adiknya!”

Anak-anak yang cukup banyak di arena mandi bola yang tak bisa dibilang luas itu bermain dengan asyik. Kalma yang tadinya nempel kakaknya melulu mulai berani main sendiri. Rashif yang tadinya cari aman mulai asyik bereksplorasi, dan langsung ketemu temen maen.

Nah, bagaimana nasib si Abang yang tadi. Yang jelas dia harus mandi bola sambil mengasuh adiknya.Begitu dia enjoy sedikit, eeeh, si Adik mau lompat dari tempat tinggi ke kolam bola. Ibunya langsung teriak, “abaaang! itu adiknya!!!. Si Abang tadi lalu berhenti, lompat ke kolam bola dan bersiap nangkep si adik. Kali lain dia “enjoy” lagi, eeeh…adiknya udah mau kelelep bola :(. “Abaaangg!” lagi lagi ibunya meneriaki si Abang. Abangpun lompat ke tempat mandi bola dan mengangkat adiknya lagi.

Awalnya wajah Abang terlihat biasa saja dengan semua “tanggungjawab” itu. Tapi tampang merengut si Abang akhirnya keluar juga saat si ibu bilang, “Udah! Udahan!! duuh, itu adiknya gak bisa…!”. Si Abang jelas jelas masih ingin main. Namun akhirnya keluar. Dalam benak, saya kasihan sama si Abang. Mengapa tidak si adik saja yang diajak keluar sementara si Abanga tetap bermain? heu heu… Ahh..sudah lah…

Tiba-tiba saya teringat Rashif, anak sulung saya. Adiknya selalu ingin ikut kalau kakaknya bermain. Karenanya saya sering berpesan “Adeknya dijaga yaa!” :D.  Dia juga serba teratur, seperti pernah saya tulis di sini. Dia sangat hati-hati, bahkan agak “kaku”, kalau saya bilang harus A ya A. Kalau dia sudah janji nontonnya selesai setelah Charlie and Lola, ya sudah. TV mati saat itu juga. Apa ada hubungannya dengan statusnya sebagai anak pertama?

Jawabannya, sangat mungkin.

Kenapa? ternyata ada penelitian yang membuktikan bahwa anak pertama memang berbeda dengan anak berikutnya. Mereka umumnya lebih “dewasa”, senang menolong, cenderung menyesuaikan diri dengan norma, lebih cemas, dan memiliki kontrol diri yang lebih kuat dibandingkan dengan saudaranya.

katanya, Penyebab dominan prilaku tersebut adalah pola asuh orangtua. Orang tua cenderung memberikan perhatian yang besar kepada anak pertama, tak hanya itu, orangtua juga biasanya menerapkan standar yang tinggi bagi mereka, yang hasilnya adalah mereka cenderung lebih maju di bidang akademik dan karir profesionalnya.

Akan tetapi, karena alasan yang sama, tekanan untuk berprestasi menyebabkan anak pertama memiliki rasa bersalah yang lebih besar, kecemasan yang lebih kuat, dan mengalami kesulitan untuk berhadapan dengan situasi yang menekan, serta lebih sering masuk ke klinik tumbuh kembang anak! Wah, untuk yang ini…na’udzubillah ah..jangan sampai

Akan tetapi, urutan lahir tidak bisa digunakan begitu saja sebagai prediktor bagi prilaku sosial anak. Faktor jarak usia, jenis kelamin, bawaan, temperamen, pola asuh, pengaruh teman, pengaruh sekolah, faktor sosiokultural, dll juga akan berpengaruh pada prilakunya

….

 

Wah, ternyata kalau berlebihan dampak buruknya ternyata tidak main-main. Bagaimanapun juga tak ada orangtua yang ingin anaknya “menderita”. Saya jadi melihat kembali ke dalam pola asuh saya. Hmm…jangan-jangan saya juga terlalu “cerewet” sama sulung saya. Hehe, santai sedikit lah… :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s