Ekspo Peduli Autisme 2010: Kado Terbaru

dari website Yayasan Autisma Indonesia

Ada kado terbaru dari AUTISM EXPO 2010.

Tentunya banyak pertanyaan, apakah panitia memberikan kado pada saat Autism Expo? Siapa yang memberikan kado ya? Maria dapat kado terbaru pada saat Autism Expo… penasaran kado yang terbaru??? ini ceritanya.

Kelelahan persiapan, bersamaan tumpukan kerjaan kantor dan masalah rumah tangga rutin.., tersirat dalam pikiran… apakah masih mungkin tahun-tahun selanjutnya aku aktif, sebagai panitia, mungkin tidak hanya  melihat keberhasilan expo berlangsung. Tapi lebih dari itu goalnya penerimaan, pemberiaan fasilitas infrastruktur, pendidikan bagi penyandang autis sebagai keberhasilan yang kita tidak bisa lihat dalam sekejab. Perjuangan terasa panjang dan melelahkan, namun hasil tidak instant. Sebagai panitia kelelahan sangat pasti melanda… namun disaat ketermenunganku… tiba-tiba panitia heboh… dengan adanya kehadiran tiba-tiba seorang anak di ruang bermain, anak pria berumur 12 tahun dan autis dengan permasalahan akut self injury dan saat saya lihat, sudah didekap pak Taufik, tangan dan kakinya sudah rusak karena menghajar dan menendang tembok di rumah sampai kakinya retak berdarah (kata ibunya temboknya dirumah penuh darah), mukanya sudah penuh dengan bekas cakaran, tangan kanannya selalu memukul pelipisnya yang sudah bonyok… berulang-ulang dia memukuli dirinya, membuat pak Taufik kewalahan… dia berteriak dan didekap ibunya bergantian, saat didekap pun dia memukuli dirinya terus. Aduh, aku seorang ibu dan refleks aku juga ikut jagain tangan nya untuk tidak menjatuhkan serangan kepada pelipisnya, keadaan itu tidak bisa distop, pemandangan yang membuat HATIKU HANCUR… hancur sekali… Continue reading

Tomorrow Never Comes

by Norma Cornett Marek


If I knew it would be the last time
that I’d see you fall asleep,
I would tuck you in more tightly
and pray the Lord, your soul to keep.
If I knew it would be the last time
that I see you walk out the door,
I would give you a hug and kiss
and call you back for one more.

If I knew it would be the last time
I’d hear your voice lifted up in praise,
I would videotape each action and word,
so I could play them back day after day.
If I knew it would be the last time,
I would spare an extra minute or two
to stop and say “I love you,”
instead of assuming you would know I do.

If I knew it would be the last time
I would be there to share your day,
Well I’m sure you’ll have so many more,
so I can let just this one slip away.

For surely there’s always tomorrow
to make up for an oversight,
and we always get a second chance
to make everything right.

There will always be another day
to say “I love you,”
and certainly there’s another chance
to say our “Anything I can do’s?”

But just in case I might be wrong,

and today is all I get,

I’d like to say how much I love you
and I hope we never forget,
tomorrow is not promised to anyone,
young or old alike.
And today may be the last chance you get
to hold your loved one tight.

So if you’re waiting for tomorrow,
why not do it today?
For if tomorrow never comes,
you’ll surely regret the day
that you didn’t take that extra time
for a smile, a hug, or a kiss,
and you were too busy to grant someone,
what turned out to be their one last wish.

So hold your loved ones close today,
whisper in their ear,
tell them how much you love them
and that you’ll always hold them dear.

Take time to say “I’m sorry,”
“please forgive me,” “thank you,” or “it’s okay.”
And if tomorrow never comes,
you’ll have no regrets about today.