Temporomandibular Joint Disorder: A Lesson Learned

Jangan sepelekan tanda-tanda yang diberikan tubuhmu! Ini yang saya pelajari dari kejadian heboh minggu yang lalu. Saat baru bangun tidur mendadak rahang saya ‘terkunci’, tidak bisa dibuka lebar, dan tidak bisa pula ditutup rapat. Sakitnya bukan main, separuh kepala berdenyut seperti yang kita rasakan kalau ada infeksi gigi, dan ada yang sedikit bengkak di bagian pipi depan telinga. Padahal baru saja bulan sebelumnya saya control kondisi gigi ke drg langganan, dan semua gigi dalam kondisi baik, tidak ada yang bolong.

Berhubung drg langganan sedang ke luarnegeri, saya bertanya kesana kemarin mengenai kondisi rahang ini dan juga googling. Salah satu teman memberikan info yang pas dengan artikel yang saya baca di e-medicine health, yaitu kemungkinan sakitnya disebabkan oleh TMD: Temporomandibular Joint Disorder alias Gangguan Sendi Rahang, dan teman tersebut juga memberitahu bahwa utk konsultasi mengenai TMD saya harus mencari drg Prosthodontis.

Kenapa saya yakin bahwa yang sakit adalah rahang, bukan infeksi gigi? Karena saat terakhir control ke drg langganan saya sudah ditanyai mengenai rahang yang suka bunyi ‘klik’ saat buka tutup mulut. Saat itu drg sudah katakan bahwa biasanya kalau rahang berbunyi spt itu suatu saat akan terasa sakit sekali, seperti migraine. Karena sudah bertahun2 rahang saya berbunyi kalau buka tutup mulut, saya tenang2 saja. Awalnya rahang saya bunyi seperti itu sepertinya karena saat menguap terlalu lebar. Ketika itu seingat saya rahang sempat sakit seharian, tapi sembuh sendiri. Semenjak itulah rahang saya suka berbunyi klik. Selain itu ada kebiasaan buruk yang menambah kemungkinan terjadinya TMD, yaitu: saya punya kebiasaan untuk mengunyah dg gigi sebelah kiri. Hal ini dpt menyebabkan otot kanan dan kiri tidak berimbang bebannya dan menambah kemungkinan terjadinya gangguan sendi rahang.

Setelah membaca artikel tentang TMD, dimana gejala2nya cocok dengan kondisi yang saya alami, akhirnya saya konsultasi dengan drg langganan dan dilanjutkan ke drg spesialis Prosthodontis. Setelah diobservasi, diambil rontgent panoramic gigi dan juga rontgent khusus utk sendi rahang, ternyata diagnosanya memang TMD. Menurut drg SpPros tsb yang saya alami belum terlalu parah, karena setelah beberapa hari sakitnya berkurang sendiri tanpa diberi obat apa2, sehingga walaupun beliau menyarankan saya memakai alat bantu/splin, yang dipakai terus-menerus selama 6 bulan, namun saya boleh mencoba dulu cara yang termudah: dengan senam/latihan rahang 3x sehari dan kompres air hangat utk kurangi sakitnya selama sebulan, dan apabila tidak berkurang sakitnya berarti saya memang harus pakai splin.

Alhamdulilllah setelah beberapa hari melakukan senam/latihan rahang seperti yang dianjurkan, rahang saya sudah mulai lebih flexible, sakitnya sudah sangat berkurang, begitu pula bengkak dipipi sudah mengempes. Walaupun masih belum dapat membuka mulut semaksimal biasanya, kondisi ini sudah jauh membaik, sehingga saya merasa tidak perlu memakai splin.

Untuk informasi saja, gejala TMD adalah sebagai berikut:

  • Nyeri di sekitar sendi rahang
  • Nyeri kepala
  • Gangguan pengunyahan
  • Bunyi sendi ketika membuka/menutup mulut → dapat disertai atau tanpa rasa nyeri
  • Terbatasnya buka mulut

Selain gejala diatas, mungkin juga terjadi gejala lain, seperti :

  • Nyeri otot terutama otot leher dan bahu
  • Nyeri telinga
  • Telinga berdengung
  • Vertigo

Tanda dan gejala TMD dapat ditemukan pada semua tingkatan usia, dari anak-anak hingga lansia. Gejala TMD paling banyak diderita oleh populasi yang berusia antara 20-40 tahun, dengan jumlah penderita wanita lebih banyak daripada pria.

Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya TMD. Kehilangan gigi, posisi gigi yang tidak baik, dan kebiasaan mengunyah di satu sisi menyebabkan posisi gigitan dalam mulut menjadi tidak stabil. Akhirnya kemudian akan memberi hambatan pada pergerakan rahang bawah saat berfungsi yang salah satunya dapat menyebabkan TMD. Kebiasaan2 lain yang juga memicu terjadinya TMD antara lain: menggigit-gigit bibir, bertopang dagu, dan bruxism. Bruxism merupakan istilah medis dari ge-meretak atau beradunya gigi-geligi yang terjadi tanpa sengaja dan terutama timbul pada saat tidur. Bentuk bruxism yang biasa dikenal masyarakat adalah gigi yang mengerat (gerinding), terutama pada malam hari, dan clenching (mengatupkan mulut rapat-rapat sehingga terjadi tumbukan keras antara gigi bawah dan atas).

Demikian informasi TMD yang saya kumpulkan dari berbagai sumber untuk dapat menambah wawasan, berhubung banyak yang belum mengetahui gangguan ini.

Advertisements

3 thoughts on “Temporomandibular Joint Disorder: A Lesson Learned

  1. Sy sdh sebulan ini bengkak dr depan telinga kearah pipi sblah kiri,sudah usg dan panoramic muka ga ada yg aneh,kira2 kenapa y ?

  2. mbak mamanya, saya sudah kontrol ke internist, THT, SPBM dan bahkan ke onkologi, sudah juga di USG tetapi tdak ada Parotis, tapi tetap saja masih ada bengkak..saya jadi bingung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s